Oleh: marsudi1924 | 11 Agustus 2010

Khutbah Rasulullah SAW Menjelang Ramadhan

Salman al-Farisiy ra meriwayatkan bahwa pada akhir bulan Sya’ban Rasulullah saw berkhutbah di hadapan kami, beliau bersabda,

“Wahai manusia, sesungguhnya kalian akan dinaungi oleh suatu bulan yang agung lagi penuh berkah; bulan yang di dalamnya ada suatu malam yang lebih baik daripada seribu bulan. Pada bulan tersebut Allah SWT menjadikan puasa sebagai kewajiban dan shalat malamnya sebagai tahawwu’ (ibadah sunnah yang sangat dianjurkan).

Siapa saja yang mendekatkan diri kepada Allah dengan mengerjakan amalan sunnah, ia diberi pahala sama seperti menunaikan kewajiban (fardhu) di bulan yang lain.

Siapa yang menunaikan kewajiban di bulan Ramadhan, ia diberi pahala sama dengan orang yang mengerjakan 70 kali kewajiban di bulan yang lain.

Ramadhan adalah bulan sabar, sedang sabar itu tiada lain balasannya selain surga (al-jannah).

Ramadhan adalah bulan berbagi simpati (memberikan pertolongan) dan bulan dimana Allah menambah rizki orang-orang mukmin. Siapa saja yang pada bulan itu memberikan makanan berbuka kepada orang yang puasa, maka perbuatan itu menjadi pengampunan atas dosa-dosanya, ke-merdekaan dirinya dari api neraka, dan ia mendapatkan pahala seperti pahala orang berpuasa—yang diberinya makanan berbuka itu—tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa itu.”

Para sahabat berkata, “Ya Rasululullah, tidak semua dari kami memiliki makanan untuk dapat diberikan kepada orang-orang yang berpuasa.”

Rasulullah Saw kemudian menjawab, “Allah memberikan pahala tersebut (seperti yang telah disebutkan) kepada siapapun orang yang memberikan buka puasa walau hanya sebutir korma atau sekedar seteguk air atau sehirup susu.

Bulan Ramadhan adalah bulan yang permulaannya adalah rahmat, pertengahannya adalah ampunan, dan akhirnya adalah pembebasan dari neraka. Siapa yang meringankan beban orang yang dikuasainya (hamba sahaya atau bawahannya), niscaya Allah mengampuni dosanya dan membebaskannya dari api neraka.

Perbanyaklah oleh kalian empat perkara di bulan Ramadhan ini; dua perkara diantaranya membuat Tuhan ridha terhadap kalian dan dua perkara lainnya sangat kalian butuhkan. Dua perkara yang membuat Tuhan ridha dengan kalian adalah bersaksi bahwa tiada Tuhan yang pantas disembah selain Allah dan kalian memohon ampunan-Nya (istigfar). Adapun dua perkara yang kalian sangat butuhkan adalah memohon surgaNya dan memohon lindungan dari api neraka. Siapa saja yang memberi minum kepada orang yang berpuasa niscaya Allah akan memberinya minum dari air kolamku yang dengannya dia tidak akan merasa haus—setelah meminumnya—hingga ia masuk surga.” (HR. Ibn Khuzaimah dalam Shahih-nya [3/191, No.1887], al-Haetsami dalam az-Zawaid [1/412, No.321], dan al-Baihaqi dalam Syu’abul Iman [3/305, No.3608), dan Ibn Hibban)

Catatan:
Lihat Nash aslinya dalam:
1. At-Targhib oleh al-Mundziri [2/217-218],
2. Ghaliyah al-Mawaizh oleh al-Alusi [1/12],
3. Al-Matjar ar-Rabih oleh al-Hafiizh ad-Dimyathi [1/405-406, No.713],
4. Khutbah-khutbah Rasulullah SAW (Qisthi Press), hal.84, dan
5. Nafahaat Ramadhaniyyah oleh Marwan Wahid at-Tiftazani, hal. 23-24.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: