Oleh: marsudi1924 | 8 November 2010

Musibah dan Bencana

Oleh: Syaiful Falah

Kaum muslimin rahimakumullah,
Indonesia adalah negeri yang sering disambangi bencana alam. Belum hilang ingatan kita dari gempa Padang dan Tasik, jebolnya tanggul Situ Gintung Ciputat kawasan Selatan Jakarta, gempa Nias dan Yogyakarta, serta Tsunami Aceh, kini sudah muncul bencana banjir bandang Wasior Papua Barat dan gempa bumi dan tsunami Mentawai Sumatera Barat yang masing-masing telah menewaskan ratusan orang dan ratusan lain hilang dan ribuan mengungsi. Merapi yang beberapa tahun lalu meletus dan mengeluarkan awan panas ratusan derajat yang terkenal dengan istilah wedus gembel kini muncul letusan baru dan awan panas baru yang merusak dan mengambil nyawa Mbah Marijan dan sejumlah korban lainnya. Disamping itu sejumlah dusun kehilangan kehidupan dan ribuan orang telah mengungsi meninggalkannya sebelum wedus gembel menyambar nyawa mereka. Innalillahi wainna ilaihi raajiuun!

Kaum muslimin rahimakumullah,
Sebagai umat Nabi Muhammad saw. kita yakin bahwa segala bencana yang menimpa manusia, baik yang terjadi sebagai sunnatullah yang tidak mungkin dilawan maupun bencana yang berkaitan dengan sebab akibat, semuanya merupakan takdir Allah SWT yang harus diimani dan diterima dengan sikap ridha terhadap kehendak-Nya disertai sikap sabar dan tawakkal. Allah SWT berfirman:
Dan sungguh akan kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar. (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan: “Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji’uun”. Mereka Itulah yang mendapat keberkatan yang Sempurna dan rahmat dari Tuhan mereka dan mereka Itulah orang-orang yang mendapat petunjuk. (QS. Al Baqarah 155-157).

Kaum muslimin rahimakumullah,
Oleh karena itu, sikap seorang muslim adalah “istirja” yakni mengembalikan segala urusan dan hakikat musibah itu kepada Allah SWT dan dia yakin bahwa pasti ada hikmah di balik peristiwa yang tidak menyenangkan itu sebagai ujian yang diberikan Allah WT kepadanya. Dan dengan keridhoan terhadap qadha Allah SWT dia memohon kekuatan kepada Allah SWT agar bisa bangkit kembali dalam menjalani kehidupan selanjutnya dengan tetap berpegang teguh kepada petunjuk Allah SWT. Agar menjalani hari-hari selanjutnya dengan keimanan yang lebih kuat dan amal yang lebih shalih.

Kaum muslimin rahimakumullah,
Bilamana kita melihat saudara-saudara mereka tertimpa bencana alam, sudah semestinya kita ikut prihatin dan memberikan bantuan baik moril maupun materil sebagai sebuah perwujudan ukhuwwah Islami-yah. Rasulullah saw. bersabda:
“Perumpamaan orang-orang mukmin dalam kehangatan dan kasih sayang di antara mereka dan hubungan baik satu sama lain di antara mereka bagaikan satu tubuh. Jika salah satu anggota tubuh mengeluh, maka akan ikut mengaduh seluruh jasad dengan demam dan tak bisa tidur”.

Dan manakala bencana alam itu sifatnya meluas, tentu ini menjadi tanggung jawab negara untuk mengatasi masalah-masalahnya dan memberikan bantuan kepada rakyat yang terkena musibah. Sebab, negaralah yang menguasai pengelolaan kekayaan milik umum seperti tambang-tambang minyak, gas, dan emas, dll yang diperuntukkan bagi masyarakat.

Kaum muslimin rahimakumullah,
Satu hal yang harus direnungkan adalah kenapa musibah dan bencana banyak menerpa di negeri kita lima tahun terakhir ini, padahal kesadaran umat Islam akan agamanya semakin meningkat, yang mau pergi haji semakin banyak, bahkan di suatu propinsi pendaftaran hari ini adalah untuk antrian lima tahun lagi, yang berjilbab semakin banyak, yanjg sholat jamaah juga semakin banyak, majelis-majelis taklim dan dzikir juga semakin banyak?.

Maka jawabannya adalah agar umat Islam yang kesadaran agamanya ini semakin mengkristal agar lebih tekun lagi pendekatannya kepada Allah SWT dan lebih meningkatkan aktivitas amar makruf nahi mungkar. Agar kembali kepada kehidupan Islam secara kaffah, baik dalam masalah aqidah, aspek ibadah ritual, masalah makanan dan pakaian, maupun dalam masalah muamalah, politik, dan pemerintahan.

Tidak sedikit kemungkaran yang mendasar yang masih belum diselesaikan. Misalnya saja, masalah Ahmadiyah yang jelas-jelas menodai kesucian ajaran Islam, belum dibubarkan. Kemusyrikan dan ramalan serta pornografi, malah mendapatkan tempat yang meluas di media TV dan media lainnya. Riba masih merajalela, kekayaan alam dikuasai perusahan-perusahan asing. Hukum syariah masih dicampakkan.

Kaum muslimin rahimakumullah,
Semoga berbagai bencana dan musibah yang menimpa saudara-saudara kita yang hakikatnya juga menimpa kita semua, menyadarkan kita dan memberikan kesadaran baru kepada kita bahwa sesungguhnya kehidupan kita hari ini masih belum sesuai dengan petunjuk Allah SWT, belum sesuai dengan syariah-Nya secara kaffah. Sebagaimana firman Allah SWT:
Dan kami bagi-bagi mereka di dunia Ini menjadi beberapa golongan; di antaranya ada orang-orang yang saleh dan di antaranya ada yang tidak demikian. dan kami coba mereka dengan (nikmat) yang baik-baik dan (bencana) yang buruk-buruk, agar mereka kembali (kepada kebenaran). (QS, Al A’raf 168).

Oleh karena itu, kita perlu melakukan taubat secara nasional dan menata kembali kehidupan kita baik secara pribadi, maupun secara berbangsa dan bernegara dengan aturan syariat Allah SWT. Semoga dengan itu Allah SWT menjadikan kita umat yang beriman dan bertaqwa sehingga kehidupan kita mendapatkan barakah-Nya. Kalau tidak, siap-siaplah menghadapi bencana dan musibah bahkan adzab Allah. Kiranya kita perlu renungkan bagaimana meranggasnya pepohonan di lereng merapi yang habis diterjang awan panas dan kita renungkan ayat-ayat Allah dalam firman-Nya:

Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, Pastilah kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat kami) itu, Maka kami siksa mereka disebabkan perbuatannya. Maka apakah penduduk negeri-negeri itu merasa aman dari kedatangan siksaan kami kepada mereka di malam hari di waktu mereka sedang tidur?

Atau apakah penduduk negeri-negeri itu merasa aman dari kedatangan siksaan kami kepada mereka di waktu matahari sepenggalahan naik ketika mereka sedang bermain?
Maka apakah mereka merasa aman dari azab Allah (yang tidak terduga-duga)? tiada yang merasa aman dan azab Allah kecuali orang-orang yang merugi.

Dan apakah belum jelas bagi orang-orang yang mempusakai suatu negeri sesudah (lenyap) penduduknya, bahwa kalau kami menghendaki tentu kami azab mereka Karena dosa-dosanya; dan kami kunci mati hati mereka sehingga mereka tidak dapat mendengar (pelajaran lagi)? (QS. AL A’raf 96-100).

Baarakallahu lii walakum


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: