Oleh: marsudi1924 | 10 November 2013

“Tidak semua anggota DPR itu buruk”. BENARKAH..??

DPROleh Agus Trisna

Ketika kita bicara soal kemiskinan Indonesia, ketidaktegasan penguasa menghadapi Amerika, liberalisasi migas, korupsi, kasus video asusila, dan sebagainya; maka kita tidak bicara soal Si A atau Si B atau Si C. Ketika kita bicara soal itu semua, itu artinya kita sedang bicara soal Dewan Perwakilan Rakyat alias parlemen, hasil kerjanya, dan aktivitas-aktivitasnya. Mengapa?

Sebab, kemiskinan Indonesia, liberalisasi migas, air, dan sebagainya; itu semua dampaknya adalah pada rakyat Indonesia, bukan pada individu rakyat seperti Si X atau Si Y atau Si Z yang telah mendapatkan bantuan kemanusiaan dari salah satu anggota DPR (misalnya).

Jadi, sekalipun ada anggota DPR yaitu Si M atau Si N atau Si O yang telah membangun sebuah pesantren atau membiayai anak panti asuhan, atau yang lainnya; itu semua tidak akan menghalangi dari sikap kritis terhadap DPR. Sebab, konteks yang dibicarakan adalah berbeda. Amal fardiyah (amal individu) seorang anggota DPR hanya akan berdampak pada individu-individu rakyat Indonesia (baik secara individu atau terlembaga – seperti pesantren atau yang sejenisnya). Bukan berdampak kepada rakyat Indonesia secara umum.

Maka, sungguh tidak tepat dan tidak nyambung, ketika kita mengkritisi sikap DPR, tetapi harus (wajib) mengecualikan nama-nama seperti Si M, Si N, atau Si O, dikarenakan beliau-beliau termasuk yang telah berbuat positif dengan (misalnya) membangun sebuah pesantren, mendirikan yayasan sosial anak yatim, atau yang sejenisnya.

Lagipula, kalau memang benar mereka yang telah memiliki amal baik itu, kenapa tidak terlihat mengingkari ketika liberalisasi migas dilegalkan? Seharusnya ketika dia mengetahuinya, dia harus mengingkarinya. Jika masih tetap diberlakukan, ya mending keluar dari DPR. Ini baru pantas dikatakan “baik”. Tetapi kalau tetap nekat bertahan di DPR pasca dilegalkannya liberalisasi migas, dengan beribu dalih atau alasan, itu baru bisa dikatakan sebagai anggota DPR yang tidak baik, sekalipun banyak pesantren yang sudah didirikan olehnya.

Jadi, sekali lagi kita tidak bicara soal kemiskinan Si X, Si Y, atau Si Z yang telah mendapatkan bantuan dari individu-individu anggota DPR. Tetapi kita sedang bicara soal rakyat Indonesia secara keseluruhan (secara umum).


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: