Oleh: marsudi1924 | 10 November 2013

“Tidak semua anggota DPR itu buruk”. BENARKAH..??

DPROleh Agus Trisna

Ketika kita bicara soal kemiskinan Indonesia, ketidaktegasan penguasa menghadapi Amerika, liberalisasi migas, korupsi, kasus video asusila, dan sebagainya; maka kita tidak bicara soal Si A atau Si B atau Si C. Ketika kita bicara soal itu semua, itu artinya kita sedang bicara soal Dewan Perwakilan Rakyat alias parlemen, hasil kerjanya, dan aktivitas-aktivitasnya. Mengapa?

Sebab, kemiskinan Indonesia, liberalisasi migas, air, dan sebagainya; itu semua dampaknya adalah pada rakyat Indonesia, bukan pada individu rakyat seperti Si X atau Si Y atau Si Z yang telah mendapatkan bantuan kemanusiaan dari salah satu anggota DPR (misalnya).
Baca Lanjutannya…

Oleh: marsudi1924 | 31 Mei 2013

LIHATLAH DIA! GUBERNUR “KULI” !!!

umar bin KhatabPada masa pemerintahan Umar bin Khaththab, Salman Al Farisi mendaftarkan diri untuk ikut dalam ekspedisi militer ke Persia. Ia ingin membebaskan bangsanya dari genggaman kelaliman Kisra, Imperium Persia yang mencekik rakyatnya dengan penindasan dan kekejaman. Untuk membangun istana Kisra saja, ribuan rakyat jelata terpaksa dikorbankan, tidak setitik pun rasa iba terselip di hati sang raja.

Di bawah pimpinan Panglima Saad bin Abu Waqqash, tentara muslim akhirnya berhasil menduduki Persia, dan menuntun rakyatnya dengan bijaksana menuju kedamaian Islam. Di Qadisiyah, keberanian dan keperwiraan Salman Al Farisi sungguh mengagumkan sehingga kawan dan lawan menaruh menaruh hormat padanya. Baca Lanjutannya…

Oleh: marsudi1924 | 17 Maret 2013

Meninjau Ulang Keindonesiaan Kita

Evolution_of_the_Dutch_East_IndiesFaham nasionalisme sering menjadi alasan di balik renggangnya hubungan antar kelompok manusia. Sebut saja hubungan antara orang Indonesia dengan orang Malaysia. Berbagai kasus, mulai dari berebut ladang minyak sampai berebut lagu, sering menimbulkan gejolak emosi di antara kedua belah pihak. Kenapa demikian? Ya, karena pada sekitar dua abad terakhir, faktor kebangsaan mulai digunakan oleh umat manusia untuk melakukan kategorisasi, mana “kita” dan mana “mereka”. Daniele Conversi mengatakan:

“Faham nasionalisme didasari oleh asumsi bahwa dunia secara alami terbagi-bagi menjadi berbagai entitas berbeda yang disebut bangsa. Maka dari itu, nasionalisme merupakan suatu proses kategorisasi sosial dalam menentukan mana pihak yang tergolong “diri-sendiri” (the self) dan mana yang tergolong “pihak lain” (the other)”.[1] Baca Lanjutannya…

Oleh: marsudi1924 | 16 Oktober 2012

Ilmu & Teknologi Maritim untuk Khilafah

Seperti apa ilmu dan teknologi maritim kalau dunia Islam bersatu dalam Negara Khilafah?
Allah mengaruniai umat Islam dengan negeri yang sangat luas, terbentang dari tepi Samudera Atlantik dengan tepi Samudera Pasifik. Di dalamnya ada padang pasir, pegunungan bersalju, tetapi juga hutan tropis dan pulau-pulau yang berserak laksana zamrud katulistiwa, dan semuanya di jalur strategis perdagangan dunia.

Dua negeri dengan pulau terbanyak di dunia adalah Indonesia dan Filipina. Indonesia adalah negeri dengan penduduk Muslim terbesar di dunia. Filipina sebelum didatangi bangsa Barat adalah juga sebuah kesultanan Islam. Karena itu sangat relevan bila kita bertanya-tanya, seperti apa dulu ilmu dan teknologi maritim negara Khilafah, dan seperti apa nantinya bila Khilafah berhasil tegak kembali.
Adalah Umar bin Khattab yang pertama kali membangun armada angkatan laut Muslim untuk menghadapi Romawi. Romawi memiliki Baca Lanjutannya…

Oleh: marsudi1924 | 9 Oktober 2012

Islam: Penyembuh Masyarakat Yang Sakit

Ibarat tubuh, sebuah masyarakat bisa sakit, juga bisa sehat. Sehat atau tidaknya masyarakat dilihat dari kualitas interaksi sosialnya. Interaksi sosial di dalam masyarakat terjadi karena empat komponen: (1) individu-individunya sebagai anggota masyarakat; (2) kumpulan pemikiran yang diadopsi masyarakat; (3) perasaan kolektif masyarakat; (4) sistem/aturan hidup yang mengatur berbagai interaksi masyarakat (Muhammad Husein Abdullah, 1996).

Jika kita membayangkan bagaimana tubuh kita bekerja agar tetap sehat dan kuat, maka tubuh tentu perlu nutrisi yang cukup yang akan membentuk sistem imun (daya tahan tubuh) sehingga juga akan menguatkan sistem metabolisme dan menjaga organ-organ vital tubuh kita tetap sehat. Baca Lanjutannya…

Oleh: marsudi1924 | 9 Oktober 2012

Makna Politik Ibadah Haji

Haji sebagai rukun Islam yang kelima merupakan bagian dari ibadah mahdhah. Sebagaimana ibadah mahdhah yang lain, Allah memang tidak pernah menjelaskan alasan disyariatkannya ibadah ini. Yang pasti banyak manfaat ibadah haji (QS al-Hajj [22]: 27-28). Ada yang bersifat individual dan komunal; ada yang berkaitan dengan hak-hak Allah dan makhluk. Di luar itu, ternyata haji memiliki makna politik.

Ibadah haji adalah ibadah jamaah yang dilaksanakan pada waktu yang sama di tempat yang sama. Dimulai dari persiapan ibadah haji (tarwiyyah) di Mina pada tanggal 8 Dzulhijjah. Dilanjutkan dengan wukuf di Arafah pada tanggal 9 Dzulhijjah, dimulai menjelang matahari tergelincir (zawâl) hingga terbenam (ghurûb). Dilanjutkan dengan mabit (menginap) di Muzdalifah pada malam harinya. Baca Lanjutannya…

Oleh: marsudi1924 | 2 April 2012

April Mop: Hari Dimana Umat Islam Dibantai

Maret akan segera usai. Bulan April menjelang. Ada suatu kebiasaan jahiliah yang patut kita waspadai bersama sebagai seorang Muslim; 1 April sebagai hari April Mop. April Mop sendiri adalah hari di mana orang-orang diperbolehkan menipu dan berbohong kepada orang lain. Tapi tahukah Anda apakah April Mop itu sebenarnya?
Sejarah April Mop

Sebenarnya, April Mop adalah sebuah perayaan hari kemenangan atas dibunuhnya ribuan umat Islam Spanyol oleh tentara salib yang dilakukan lewat cara-cara penipuan. Sebab itulah, mereka merayakan April Mop dengan cara melegalkan penipuan dan kebohongan walau dibungkus dengan dalih sekadar hiburan atau keisengan belaka.

Biasanya orang akan menjawab bahwa April Mop—yang hanya berlaku pada tanggal 1 April—adalah hari di mana kita boleh dan sah-sah saja menipu teman, orangtua, saudara, atau lainnya, dan sang target tidak boleh marah atau emosi ketika sadar bahwa dirinya telah menjadi sasaran April Mop. Biasanya sang target, jika sudah sadar Baca Lanjutannya…

Oleh: marsudi1924 | 1 April 2012

Mengharap Rahmat dan Ampunan Allah SWT

Seorang Muslim dalam kehidupannya boleh jadi melakukan banyak dosa. Sebagian mereka mungkin pernah terjatuh dalam perbuatan dosa besar seperti membunuh, berzina, memakan riba, mabuk, mencuri/merampas harta orang lain, dll.

Meski demikian, Allah SWT sesungguhnya Maha Pengampun bagi siapa saja yang ingin bertobat, tentu dengan tawbat[an] nashuha (tobat yang sungguh-sungguh), dengan memenuhi sejumlah syarat: memohon ampunan kepada Allah SWT dengan sungguh-sungguh (dengan banyak ber-istighfar); menyesal dengan penyesalan yang mendalam; bertekad untuk tidak mengulangi perbuatan dosa yang pernah dilakukan; rela menerima hukuman (jika terkait dosa besar seperti mencuri, berzina, membunuh, dll); meminta maaf dan mengembalikan hak (jika terkait dosa kepada-atau melanggar hak-orang lain). Baca Lanjutannya…

Oleh: marsudi1924 | 23 Februari 2012

Mungkinkah (Kualitas) Demokrasi Diperbaiki?

DemocrazyOleh: M. Hatta, SE, MSI
Sebagaimana yang dilansir oleh situs bisnis.com, ketua DPR Marzuki Ali melakukan pertemuan dengan Presiden SBY. Marzuki Ali mengaku pertemuan tersebut dilakukan demi memperbaiki kualitas demokrasi menuju pemilu 2014.

Memang segala sesuatu yang rusak bisa saja untuk kemudian dilakukan perbaikan, namun bagaimana dengan Demokrasi? Apakah benar demokrasi hanya mengalami kerusakan di saat proses (di tengah jalan) atau justru memang sudah rusak sedari awalnya?

Pertanyaan ini menjadi penting dikarenakan di dalam konsep perubahan dikenal hanya ada dua bentuk, yaitu reformasi dan revolusi.

Apabila reformasi adalah perubahan yang hanya pada tataran kulitnya, maka revolusi adalah sebaliknya yaitu perubahan yang menyentuh asas dan fondasi.

Dalam tulisan kali ini, penulis hanya akan membahas kerusakan demokrasi di saat prosesnya. Dari segi proses, menurut I. Wibowo dalam bukunya Negara dan Bandit Demokrasi setidaknya terdapat empat teori dalam melihat kerusakan demokrasi, yaitu: Baca Lanjutannya…

Oleh: marsudi1924 | 18 Februari 2012

Apakah Jodoh Setiap Orang Telah Ditetapkan oleh Allah swt

Jodoh Dari Allah

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, jodoh diartikan sebagai: orang yang cocok menjadi suami atau istri; pasangan hidup; dan imbangan (www.kamusbesar.com, kata kunci: jodoh). Jika melihat fakta di masyarakat, kata jodoh untuk manusia cenderung menunjukkan suami atau isteri, bukan pasangan yang belum menikah meski keduanya memiliki kecocokan. Misalnya si B diperisteri oleh si A, berarti si B adalah jodoh si A, sedangkan si C tidak jadi diperisteri oleh si A, berarti si C bukan jodoh si A. Ini terlepas dari apakah suatu pernikahan akan berlangsung langgeng atau retak di tengah jalan dengan perceraian, karena istilah jodoh dan bukan jodoh tidak lazim digunakan untuk pasangan yang bercerai setelah pernikahannya. Terlepas juga apakah perceraian terjadi dalam waktu yang singkat atau setelah berpuluh-puluh tahun setelah pernikahan.

Apabila kita hubungkan dengan pertanyaan di atas, maka arti yang tepat yang dimaksud oleh saudari penanya adalah pasangan hidup yang sah alias suami atau isteri. Sehingga pertanyaannya menjadi: apakah suami atau isteri kita nantinya sudah ditetapkan oleh Allah swt? Baca Lanjutannya…

Oleh: marsudi1924 | 17 Februari 2012

Memanfaatkan Model Wanita

Model

Syara’ membolehkan wanita untuk bekerja, namun tidak semua pekerjaan boleh dilakukan oleh wanita. Kaum wanita boleh bekerja dan mencari nafkah dari kecakapan atau keterampilan yang dia miliki, baik kemampuan fisik maupun non-fisik. Mereka boleh menjadi guru, juru masak, laboran, programmer, juru tulis, tukang jahit, dll., asalkan semua profesi itu tetap dilakukan di atas rel hukum syara’ yang mengatur mereka sebagai wanita.

Hanya saja, Islam melarang mereka untuk menebar pesona kepada pria manapun kecuali suami. Dengan kata lain, Islam mengharamkan setiap usaha kaum Hawa untuk menonjolkan dan menunjukkan sisi-sisi “menarik” pada diri mereka kepada pria asing. Aktivitas tebar pesona inilah yang oleh bahasa dan syara’ disebut tabarruj. Dikatakan : tabarrajat al-mar’ah (seorang wanita bertabarruj) artinya adzharat zînatahâ wa mahâsinahâ li al-ajânib (wanita itu memamerkan perhiasan dan kecantikannya kepada pria asing –bukan mahram-nya–)[1]. Tabarruj dilakukan oleh seorang wanita melalui penampilan Baca Lanjutannya…

Oleh: marsudi1924 | 17 Februari 2012

Parpol, Kekuasaan dan Uang

kampanye-parpol

kampanye-parpol

Sudah menjadi rahasia umum dan hampir semua orang tahu apa kaitan antara partai politik, kekuasaan dan uang. Dalam praktek sistem demokrasi ketiganya memiliki kaitan yang sangat erat, teramat erat dan kuat. Partai politik sebagai kendaraan untuk mencapai kekuasaan tidak mungkin bisa berjalan tanpa uang. Uang menjadi alat politisi untuk mencari kekuasaan dan jabatan. Selanjutnya kekuasaan dan jabatan mereka gunakan untuk mendapatkan uang sebanyak-banyaknya. Begitu seterusnya, inilah bisnis kekuasaan.

Betapa tidak, di saat partai politik tidak lagi memerankan fungsinya dengan benar terutama dalam hal melakukan pendidikan politik di tengah-tengah masyarakat, partai politik cenderung melakukan cara-cara instan untuk mendapatkan suara dan dukungan. Di sinilah logika uang selalu dimainkan. Yang banyak duit dialah yang memiliki kesempatan untuk menjadi pemenang. Hal ini terjadi baik dalam perebutan kursi di internal partai atau di saat pemilu atau pemilukada. Untuk ongkos pemilukada di DKI Jakarta saja misalnya, menurut Sekjen Transparency International Indonesia Teten Masduki, calon gubernur yang memakai parpol sebagai kendaraan harus memberikan mahar yang nilainya mencapai Rp 600 miliar. Itu belum Baca Lanjutannya…

Oleh: marsudi1924 | 15 Februari 2012

Valentine’s Day Bukan Hari Kasih Sayang

valentine

Valentine Menyesatkan

Sob, memasuki bulan Februari, kita menyaksikan banyak media massa, mal-mal, pusat-pusat hiburan bersibuk-ria berlomba menarik perhatian mulai dari para remaja yang masih bau kencur sampai dengan adult (wong dewasa) dengan menggelar acara-acara pesta perayaan yang tak jarang berlangsung hingga larut malam bahkan hingga dini hari. Semua pesta tersebut bermuara pada satu hal yaitu Valentine’s Day atau biasanya disebut hari kasih sayang.

Biasanya pada 14 Februari mereka saling mengucapkan “selamat hari Valentine”, berkirim kartu dan bunga, saling bertukar pasangan, saling curhat, menyatakan sayang atau cinta.

Sangat disayangkan banyak AaBeGe khususnya teman-teman kita, para remaja putri muslimah yang terkena penyakit ikut-ikutan dan mengekor budaya Barat atau budaya ritual agama lain akibat pengaruh TV dan media massa lainnya. Termasuk dalam hal ini perayaan Hari Valentine, yang pada dasarnya adalah mengenang kembali pendeta St. Valentine. Belakangan, Virus Valentine tidak hanya menyerang remaja bahkan orang tua pun Baca Lanjutannya…

Oleh: marsudi1924 | 10 Februari 2012

MEMAHAMI LEBIH DALAM SEPUTAR “PANCASILA”

ismail yusanto

ismail yusanto

Oleh : Ismail Yusanto (Juru Bicara Hizbut Tahrir Indonesia)

Bulan Ramadhan lalu, persisnya pada 10 Ramadhan yang bertepatan dengan tanggal 10 Agustus, saya diundang sebagai pembicara untuk acara Bedah Buku Pancasila dan Syariat Islam karya Prof. Hamka Haq di Megawati Center, Jakarta. Pembicara lain adalah Dosen UIN Sahid Jakarta, Muqsith Ghazali, Habib Muhsin dari FPI dan tentu saja penulisnya sendiri. Hamka Haq adalah guru besar IAIN Alauddin Makassar, yang juga adalah Ketua Umum Baitul Muslimin, sayap ormas PDI-Perjuangan. Ormas itu dibentuk agaknya untuk menepis anggapan bahwa partai berlambang moncong banteng ini anti terhadap (umat) Islam. Terbitnya buku ini kiranya makin menegaskan bagaimana posisi partai ini dalam memandang Islam dalam konteks Pancasila.

Mengawali presentasi yang sangat singkat karena memang waktu sangat terbatas mengingat sore bulan puasa, saya menyampaikan bahwa di kalangan umat Islam memang ada yang sangat anti terhadap Pancasila, ada juga yang sangat mendukung, bahkan mengatakan bahwa Pancasila itu sesungguhnya adalah saripati dari ajaran Islam. Hamka Haq tentu termasuk kelompok yang kedua. Dalam buku ini, ia jelas sekali ingin menegaskan bahwa tidak ada yang salah dari Pancasila. Bahkan sesungguhnya telah banyak sekali yang dilakukan oleh negara yang berdasar Pancasila ini dalam apa yang disebut sebagai Baca Lanjutannya…

Oleh: marsudi1924 | 9 Februari 2012

Hakekat ‘Ashabiyyah

fanatisme

fanatisme


Definisi ‘Ashabiyyah
Secara literal, ‘ashabiyyah berasal dari kata ‘ashabah yang bermakna al-‘aqaarib min jihat al-ab (kerabat dari arah bapak). Disebut demikian dikarenakan orang-orang Arab biasa menasabkan diri mereka kepada bapak (ayah), dan ayahlah yang memimpin mereka, sekaligus melindungi mereka. Adapun kata “al-‘ashabiyyah dan at-ta’ashshub” bermakna al-muhaamat wa al-mudaafa’at” (saling menjaga dan melindungi). Jika dinyatakan, “ta’ashshabnaa lahu wa ma’ahu” : nasharnaahu (kami menolongnya)”. [Imam Ibnu Mandzur, Lisaan al-‘Arab, juz 1/602]

Di dalam Kitab An-Nihaayah fi Ghariib al-Atsar dinyatakan, “al-‘ashabiyyu man yu’iinu qaumahu ‘ala al-dhulm): orang yang ashabiyyah adalah orang yang menolong kaumnya dalam kedzaliman). [An-Nihayah fi Ghariib al-Atsar, juz 3/482]

Adapun menurut syariat, yang dimaksud dengan al-‘ashabiyyah adalah al-mu’awanah ‘ala al-dzaalim. Di dalam Kitab Faidl al-Qadiir, disebutkan: Baca Lanjutannya…

Older Posts »

Kategori